Puluhan Rekening BRI Dibobol Dalam Semenit Uang Nasabah Berkurang 2,5 Juta Rupiah

0
1576

INTILIPUTAN.COM - Sejumlah nasabah mendatangi Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jalan Pejanggik, Mataram, kemarin (24/10). Hal tersebut dilakukan setelah uang dalam rekening nasabah tiba-tiba lenyap. Rekening nasabah tersebut diduga telah dibobol maling melalui pencurian data (skimming) melalui ATM.

''Kami tidak nyaman kalau seperti ini. Uang kami kok mudah sekali hilang,'' jelas Lalu Faesal Bawean.

Faesal kehilangan uang secara bertahap mulai Sabtu (22/10). Dia mengaku memiliki saldo sekitar Rp 18 juta. Saldo itu mendadak tinggal Rp 4 juta dalam tempo kurang dari setengah jam. ''Pertama, saldo berkurang Rp 1,7 juta, kemudian berturut-turut Rp 2 juta hingga rekening itu tinggal Rp 4 juta,'' kata Faesal sambil menunjukkan buku tabungannya.

Taufik, nasabah BRI lainnya, juga mengaku mengalami hal serupa. Bahkan, uangnya hilang dalam tempo kurang dari dua menit. ''Saya kehilangan Rp 5 juta,'' ungkapnya.

Pria tersebut menyatakan, dia awalnya mendapat pemberitahuan melalui SMS terkait adanya transaksi Rp 2 juta pada Minggu (23/10) pukul 06.08. Selang 20 detik kemudian, datang pesan serupa dengan nominal transaksi yang sama.

''Yang terakhir adalah SMS ketiga. Selangnya tidak lebih dari semenit. Saya dibilang sudah melakukan transfer Rp 1 juta melalui m-banking. Padahal, fasilitas m-banking saja tidak punya,'' ungkap Taufik.

Terkait dengan permasalahan itu, Pimpinan Cabang BRI Mataram Jaya Hardana berjanji mengganti seluruh uang nasabah yang hilang. Karena itu, nasabah diminta tetap tenang dan sabar. ''Uang nasabah pasti akan kami ganti, tapi butuh waktu. Sebab, kami sedang menyelidiki penyebabnya,'' ujarnya saat dikonfirmasi awak media di ruangannya kemarin.

Menurut dia, kejadian tersebut merupakan bentuk kejahatan yang mengorbankan nama BRI. Kerugian yang dialami nasabah tentu mengurangi kepercayaan terhadap sistem keamanan BRI.

Kejadian seperti itu, lanjut Jaya, kali pertama dialami BRI Mataram. Pihaknya menduga adanya penyadapan data nasabah melalui skimmer yang dipasang di sejumlah ATM. Hanya, saat memeriksa seluruh ATM BRI di wilayah Cabang Mataram, pihaknya tidak menemukan satu pun alat skimmer. ''Bersih semua. Jadi, kami menduga pelaku sudah mencabutnya,'' tuturnya.

Karena itu, Jaya menolak jika BRI disebut kecolongan karena rekening nasabahnya telah dibobol. Kesalahan sistem yang diduga menjadi penyebabnya pun dibantah dia.

''Kendala sistem tidak ada. Mungkin memang ada tindak pidana skimming,'' jelasnya.

Dugaan skimming tersebut mencuat. Sebab, pihaknya sempat menemukan alat penyadapan di salah satu ATM BRI di SPBU yang berada di Jalan Lingkar Selatan, Mataram, akhir September.

''Sejauh ini, baru 39 orang yang mengadu. Semuanya akan kami proses, termasuk melakukan koordinasi dengan Polda NTB dan OJK,'' katanya.
Secara terpisah, Kasubdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB AKBP Darsono Setyo Adjie menyatakan belum menerima laporan pembobolan rekening nasabah BRI tersebut. ''Belum ada laporan yang masuk,'' ung­kapnya singkat.

Sumber : Jawa Post

LEAVE A REPLY