**INTILIPUTAN.COM, Takalar** - Burung Walet merupakan burung pemakan serangga yang bersifat aerial dan suka meluncur. Burung ini berwarna gelap, terbangnya cepat dengan ukuran tubuh cukup kecil namun memiliki harga yang tinggi dan manfaat yang luar biasa.

Sarangnya yang terbuat dari air liurnya (saliva) dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit diantaranya paru-paru, panas dalam, melancarkan peredaran darah dan penambah tenaga.

Jenis burung ini tidak pernah hinggap di pohon, melainkan mempunyai kebiasaan berdiam diri dalam gua atau rumah yang cukup lembab dan menggunakan langit-langit untuk menempelkan sarang sebagai tempat beristirahat dan berkembang biak.

**Awal Usaha Yang Penuh Perjuangan..**

Muhammad Bakri Yusuf asal Kabupaten Takalar, yang namanya Burung Walet tidaklah asing baginya, setelah lima tahun lalu tepatnya tahum 2012 lalu, memulai usaha sarang burung walet dirumahnya sendiri yang terletak di Jln. Kalampa Kelurahan Kalabbirang Kecamatan Pattalassang Kabupaten Takalar.

Muhammad Bakri memutuskan saat itu untuk memulai usaha burung walet, walau hanya dengan bermodalkan nekad dan niat ikhlas bahwa usahanya dapat sukses.

"Awalnya saya cuma bermodalkan nekad dan niat ikhlas bahwa usaha saya kali ini dapat sukses" Kata Muhammad Bakri kepada wartawan intiliputan.com di rumahnya, Rabu, (19/4/17).

Ia juga menambahkan selain bermodalkan nekad dan niat ikhlas, dia juga menyiapkan modal usaha pada saat itu kurang lebih 20 juta Rupiah. Modal tersebut disiapkan untuk membeli berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk membuat kamar ataupun sekat di lantai 2 rumahnya dengan luas 10 x 15 Meter, yang nantinya akan ditempati Burung walet, bukan hanya itu berbagai peralatan pendukung seperti mikrofon pemanggil burung walet dan mesin pelembab ruangan dibelinya demi memulai usaha barunya.

"Waktu itu saya siapkan modal kurang lebih 20 juta rupiah untuk membeli berbagai peralatan". Tambahnya

**Suka Duka Mengawali Usaha Burung Walet....**

Muhammah Bakri bercerita bahwa awal usahanya kurang lebih 1 tahun 2 bulan, hanya memiliki 1 burung walet, namun dirinya tetap bersabar tidak pantang menyerah menantikan usahanya berbuah hasil.

"Awal usaha saya pak kurang lebih 1 tahun 2 bulan saya hanya memiliki 1 burung walet, tapi saya tetap sabar dan tetap fokus menggelutinya". Tuturnya.

Dengan niat ikhlas itulah yang membuat Muhammad Bakri untuk tetap bertahan sambil belajar melalui media sosial youtube serta bertukar pikiran dan pengalaman dengan sahabat seprofesinya.

Berbagai suka duka telah dilewatinya sejak memulai usahanya tahun 2012 silam, kini hasilnya telah rasakan sendiri, dimana kini burung waletnya berjumlah kurang lebih 1000 ekor.

"Saat ini saya memiliki burung walet kurang lebih 1000 ekor, kini hasilnya saya dapat peroleh" Ungkapnya lagi.

**Kini Omsetnya Terus Meningkat....**

Dua tahun terakhir semenjak memulai usahanya tersebut Muhammad Bakri kini telah mencapai omset puluhan juta rupiah, dimana sekali panen (2 Bulan) ia mampu menjual sarang burung waletnya kurang lebih 7 sampai 13 Juta Rupiah Perkilogramnya.

"Sekali panen biasannya saya mampu menjual 1-2 Kilogram dengan harga yang bervariasa tergantung kualitasnya," Jelasnya.

Muhammad Bakri menambahkan bahwa jenis atau bentuk sarang walet yang harganya fantastis mencapai 11-15 Juta Rupiah Perkilogram yakni jenis sarang Sudut Super dengan kualiatas warna putih.

"Sarang Walet jenis Sudut Super dengan kualiatas warna putih mencapai harga 11 - 15 Juta Rupiah perkilogramnya" Tambahnya dengan jelas.

**Usahanya Terus Berkembang Pesat...**

Setelah sukses menggeluti usaha sarang burung waletnya yang terus berkembang pesat, kini ia mengakui bahwa dirinya kembali membangun satu tempat lagi di lingkungan Massadde, yang tak jauh dari tempat tinggalnya memulai usahanya.

"Saya sekarang membangun 1 tempat lagi yang tak jauh dari sini yang jaraknya kurang lebih 1-2 Kilometer, dengan luas bangunan 5 x 9 Meter". Kata Bakri saat wawancara dirumahnya.

Dia juga mengakui walau pemasaranya masih sebatas pulau Sulawesi saja namun dirinya tetap optimis suatu saat nanti ia mampu menembus pasar Nasional bahkan Internasional untuk memasarkan sarang Burung Waletnya.

"Walau saat ini pemasaranya masih sebatas pulau sulawesi. Saya tetap optimis dan Inshaa Allah, pemasaran nantinya kita dapat tembus pasar Nasional bahkan Internasional" Harapanya.

Ia juga menuturkan bahwa usaha burung walet adalah usaha paling bagus, usaha yang sangat menjanjikan dan tidak butuh perawatan ekstra.

Berbagai usaha telah digelutinya termasuk usaha kayu yang sampai saat ini masih berjalan. Namun usaha kayunya tidak begitu lagi diperhatikan setelah merasakan sendiri keuntungannya berternak sarang burung walet yang mencapai ratusan juta rupiah pertahunnya.

"Saya telah geluti berbagi pekerjaan namun usaha burung walet ini yang paling bagus dan menjanjikan keuntungan yang besar tanpa membutuhkan perawatan ekstra". Pungkasnya.

Kesuksesan yang diraihnya saat ini, tak membuat dia menutup diri untuk berbagi pengalaman dalam memulai usaha sarang burung walet, karena dirinya yakin semakin banyak berbagi pengalaman usahanya semakin bertambah pula ilmu dan rezki.

"Saya sangat senang jika ada yang ingin dibantu memulai usaha burung walet karena saya yakin semakin banyak berbagi pengalaman semakin bertambah juga ilmu dan rezkinya kita". Tuturnya sambil menutup wawancara dengannya siang itu.