Terkait Dugaan Pungli PRONA Parangluara, Ternyata Warga Tak Terdaftar Turut Dipunguti

39
692
Hj. Herlinah, Lurah Parangluara

INTILIPUTAN.COM, Takalar  - PRONA merupakan salah satu wujud upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat golongan ekonomi lemah sampai dengan menengah. Biaya pengelolaan penyelenggaraan PRONA, seluruhnya dibebankan kepada rupiah murni di dalam APBN pada alokasi DIPA BPN RI. Sedangkan biaya-biaya yang berkaitan dengan alas hak/alat bukti perolehan/penguasaan tanah, patok batas, materai dan BPHTB/PPh menjadi tanggung jawab Peserta PRONA.

Biaya untuk pelaksanaan pengelolaan kegiatan PRONA bersumber dari rupiah murni pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang dialokasikan ke DIPA-BPN RI. Anggaran dimaksud meliputi biaya untuk:

  1. Penyuluhan;
  2. Pengumpulan Data (alat bukti/alas hak);
  3. Pengukuran Bidang Tanah;
  4. Pemeriksaan Tanah;
  5. Penerbitan SK Hak/Pengesahan Data Fisik dan Data Yuridis;
  6. Penerbitan Sertipikat;
  7. Supervisi dan Pelaporan. (sumber : http://www.bpn.go.id/Layanan-Publik/Program/Legalisasi-Aset/Program-Program/Sertipikasi-PRONA)

Sementara di lapangan, ternyata masih ada saja pihak pemerintah desa maupun kelurahan yang berusaha memanfaatkan program tersebut untuk meraup keuntungan pribadi demi memperkaya diri sendiri. Salah satu contohnya adalah pemerintah kelurahan Parangluara dibawah pimpinan Hj. Herlinah sebagai Lurah. Pihak kelurahan Parangluara diduga melakukan pungutan kepada warganya yang menerima Prona pada tahun 2016. Hal tersebut sebelumnya sempat diberitakan oleh media cetak dengan ulasan yang cukup detail mengenai jumlah dan kemana dana tersebut disetorkan. Lebih parahnya, dugaan praktek pungli yang melibatkan pemerintah kelurahan Parangluara kecamatan Polongbangkeng Utara kabupaten Takalar tersebut, ternyata tidak hanya menyasar warga penerima bantuan. Berdasarkan data dan fakta terakhir di lapangan, terdapat beberapa warga yang diduga kuat tidak masuk kedalam daftar penerima bantuan Prona, tetapi ikut terkena imbasnya dengan turut dimintai sejumlah uang dengan alasan pegurusan Prona oleh pihak Kelurahan Parangluara.

Salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengaku hingga saat ini masih belum mendapatkan sertifikat Prona sebagaimana yang telah dijanjikan sebelumnya. Padahal, waktu itu (sekitar bulan Mei-Juli, 2016) pihaknya telah menyetor uang sebanyak 300.000 rupiah kepada kepala lingkungannya untuk biaya pengukuran sebagaimana penerima bantuan lainnya. Namun, sertifikat yang dijanjikan tidak kunjung datang sementara para tetangganya telah lama menerima sertifikatnya masing-masing.

Lebih lanjut, pihaknya juga telah melakukan upaya untuk mendapatkan kejelasan mengenai sertifikatnya tersebut. Dirinya menjelaskan jika hal tersebut telah dia pertanyakan kepada Lurah Parangluara, Hj. Herlinah dan kepala lingkungannya, namun tidak ada kejelasan. Dirinya bahkan merasa dipermainkan, karena masing-masing kedua pihak antara Lurah dan Kepala Lingkungan saling melempar tanggung jawab. Selain tidak mendapatkan sertifikat, pihaknya juga tidak mendapatkan dananya kembali yang telah disetorkan. Yang lebih parahnya, dirinya juga sempat menyebutkan beberapa orang yang senasib dengan dirinya.

Sebelumnya, pemerintah kelurahan Parangluara sempat diberitakan melakukan pungutan atas bantuan PRONA tahun 2016 sebesar Rp. 300.000 - 350.000/sertifikat kepada sekitar 100 penerima bantuan. Menurut informasi yang berhasil dihimpun, dana tersebut masing-masing dikumpulkan oleh tiap kepala Lingkungan dengan alasan biaya pengukuran dan selanjutnya sebesar Rp. 200.000/sertifikat disetorkan kepada Hj. Herlinah sebagai Lurah. Sisanya digunakan masing-masing Lingkungan untuk mengurus proses pengukuran. Sementara itu, Hj. Herlinah selaku Lurah masih menampik tuduhan terkait persoalan pembayaran Prona tersebut meski kepala lingkungan I, Daeng Moncong telah membenarkan dan mengakui adanya pungutan yang di ambil dari warga yang kemudian disetor ke Hj. Herlinah.

Berikut kutipan pernyataan salah seorang warga yang telah membayar dan telah diukur tanahnya namun belakangan terungkap ternyata dirinya tidak terdaftar sebagai penerima Prona 2016 di kelurahan Parangluara.

" ...sempat saya tanyakan ke ibu Lurah, tapi ibu Lurah lemparkan ke Pak Lingkungan, terus saya datang ke pak Lingkungan untuk klarifikasi tapi katanya pak lingkungan itu sudah diserahkan ke bu Lurah, tapi bu Lurah didaftarnya tidak ada daftar atas nama...(saya). Didaftarnya bu Lurah itu atas nama saya itu tidak ada. (Apa yg dikatakan pak lingkungan?) Pak Lingkungan cuman bilang (soal) pembayaran dan petugas pertanahan turun, sudah tidak tahu selanjutnya bagaimana karena sertifikatnya tidak diserahkan ke pak lingkungan. Padahal sebelumnya pak lingkungan yang urus. Kalo masalah uangnya (300.000) saya cuman membayar di pak lingkungan. .....saya mau bertanya kira-kira ini sudah termasuk penipuan atau bagaimana?.(red)

39 COMMENTS

  1. I see your blog needs some fresh posts. Writing manually takes a lot of time,
    but there is tool for this boring task, search in google: murgrabia’s
    tools unlimited content

  2. After exploring a few of the articles on your web page,
    I truly like your way of writing a blog. I book-marked it to my bookmark
    webpage list and will be checking back in the near future.
    Take a look at my website too and tell me how you feel.

  3. Its like you read my thoughts! You appear to grasp a lot about this, like you
    wrote the ebook in it or something. I feel that you simply can do with a few p.c.

    to force the message home a bit, but other than that, that is excellent blog.

    An excellent read. I will definitely be back.

  4. I have learn several excellent stuff here. Definitely price bookmarking for revisiting.
    I wonder how so much effort you put to make this kind
    of wonderful informative web site.

  5. Oh my goodness! Incredible article dude! Thanks, However
    I am having difficulties with your RSS. I don’t understand why I can’t join it.
    Is there anyone else getting similar RSS issues?

    Anyone who knows the solution will you kindly respond?

    Thanks!!

  6. Howdy! I understand this is sort of off-topic however I needed to ask.
    Does building a well-established blog such as yours require a
    large amount of work? I’m brand new to blogging however I do write in my diary every day.

    I’d like to start a blog so I will be able to share my personal experience and feelings online.
    Please let me know if you have any kind of ideas or tips for
    brand new aspiring bloggers. Appreciate it!

  7. I was recommended this blog by my cousin. I’m not sure whether this post is written by him
    as nobody else know such detailed about my difficulty.
    You’re amazing! Thanks!

  8. Heya just wanted to give you a brief heads up and let you know a few
    of the images aren’t loading properly. I’m not sure why but I
    think its a linking issue. I’ve tried it in two different
    web browsers and both show the same outcome.

  9. Everything is very open with a very clear description of the challenges.

    It was definitely informative. Your site is very
    helpful. Many thanks for sharing!

  10. You’re so interesting! I do not think I’ve read anything like that before.
    So wonderful to discover somebody with a few unique thoughts on this subject.
    Seriously.. thanks for starting this up. This site is something that is needed on the internet, someone with a
    bit of originality!

  11. I would like to thank you for the efforts you’ve put in penning this blog.
    I really hope to check out the same high-grade blog posts by you
    in the future as well. In truth, your creative writing abilities has
    motivated me to get my own website now 😉

LEAVE A REPLY