Hotel Bintang Galesong Terancam Dicabut Izin Lingkungannya Jika Tak Lakukan Ini…

0
2656

IntiLiputan.Com, Takalar - Wisata Bintang Galesong yang berlokasi di Jl. Karaeng Salamaka, Kassi Lompo, Desa Boddia, Kecamatan Galesong Selatan Takalar, milik DR. H. Andi Kahar Kantao MM selaku Ceonya terancam di cabut izin Lingkungannya oleh Dinas Lingkungan hidup dan pertanahan Kabupaten Takalar.

Rencana pencabutan izin ini akan ditempuh oleh Dinas lingkungan hidup dan pertanahan Kabupaten Takalar lantaran Pengelolah wisata Bintang Galesong enggan bekerja sama dengan Pihak bidang kebersihan Terutama soal persampahan.

Menurut Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan Ikhsan Larigau mengatakan bahwa, selama ini pihak pengelola wisata Bintang Galesong sudah menyalahi undang-undang Lingkungan yang mengatur tentang pengelolaan sampah.

“Jika Pengelola Wisata Bintang Galesong terus menyalahi prosesdur yang ada, maka apa boleh buat terpaksa kita cabut izin lingkungan yang tentu akan berimbas ke ijin-ijin lainnya, apalagi pemilik wisata itu sudah menerangkan bahwa khusus pengelolaan sampah di wilayahnya hanya dibakar dan ditimbun dalam tanah, dan itu sudah salah besar dan melanggar UU lingkungan hidup Kata Ikhsan Larigau saat ditemui diruang kerjanya. Selasa 12 Desember 2017.

Lanjut Ikhsan, saat ini pengelola Wisata Bintang Galesong Sudah melanggar UUD No 18 tahun 2008 dimana sudah sangat jelas diatur tentang pengelolaan sampah, kemudian pasal 29 ayat 1 butir G yang berbunyi setiap orang dilarang membakar sampah yang tidak sesuai dengan teknis pengelolaan sampah, sedangkan pasal 12 ayat 1 juga menyebutkan bahwa setiap orang berkewajiban mengelola sampah rumah tangga dengan cara yang berwawasan lingkungan. pasal yang menguatkan lagi yaitu uud No 18 tahun 2008 tentang peraturan daerah dapat menentukan sanksi pidana kurungan atau denda atas tindakan membakar sampah”. tegas Ikhsan.

Kemudian menurut Ikhsan, selama ini dirinya sudah banyak dapat imformasi bahwa selama ini Wisata Bintang Galesong adalah penyumbang sampah terbesar di Galesong dan sampah tersebut hanya ditempatkan di pinggir jalan poros.

Sementara Andi Kahar Kantao selaku CEO Wisata Bintang Galesong saat dihubungi Via Telpon juga mengakui jika Pengelolaan sampah yang dihasilkan oleh usahanya itu ada sampah yang dibakar dan juga sampah dikubur dalam tanah.

“Iya saat ini sampah kami memang tidak lagi dibawa ke tempat pembuangan sampah atau TPS, sampah itu tergantung jenisnya, kalau sampah mudah terbakar ya kita bakar, sedangkan sampah yang tak bisa dibakar kita kubur dalam tanah dan lokasinya juga di dalam lokasi Bintang Galesong”. Kata Andi Kahar Kantao Lewat Via Telpon.

Penulis : SR
Editor. : S. Sibali

LEAVE A REPLY