Tahun 2019, Pemda Takalar Beri Bantuan 2.500 Ekor Sapi ke Petani Ternak

3

INTILIPUTAN, TAKALAR– Bupati Takalar, Syamsari Kitta kembali menyerahkan bantuan ternak sapi induk kepada lima kelompok tani ternak di Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, Senin (9/09/2019). Bantuan itu sebagai wujud pemerintah setempat untuk Program P22 dengan program unggulan satu sapi per kepala keluarag (KK).

Lima kelompok tani ternak penerima bantuan yakni Kelompok Tani Romang Sapiria Kecamatan Galesong, Kelompok Minasa Te’ne Kecamatan Mangarabombang, Kelompok Usaha Subur Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kelompok Te’ne Pa’mai Kecamatan Galesong Selatan dan Kelompok Subur Kecamatan Polongbangkeng Selatan.

“Pembagian sapi ini sudah dimulai sejak tahun lalu baik melalui APBD Kabupaten maupun APBDesa kurang lebih 500 ekor dan tahun ini dibagi lagi kurang lebih 2.500 ekor. Jadi, total sudah ada 3.000 ekor dibagi,” kata Syamsari.

Dia mengatakan program sapi ini akan membuka lapangan kerja yakni PPL diberikan tugas untuk mengecek sapi yang telah diserahkan ke masyarakat lalu diberikan suntikan sperma untuk berkembangbiak.

“Tujuan utama ini adalah membuka lapangan kerja ke depan dan menghemat biaya hidup. Dan program selanjutnya setelah berjalan program sapi ini, Pemda akan membuka lagi penampungan kotoran sapi agar difungsikan sebagai sumber energi terbarukan untuk menghasilkan gas,” terang Syamsari.

“Saya harap ke depan Takalar dapat menjadi industri pupuk organik yang pada intinya akan tercipta lagi pekerjaan baru yang dapat meningkatkan perekonomian daerah,” tambah orang nomor satu di Takalar tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, Hasbi mengatakan pihaknya mengupayakan bantuan sapi merata ke setiap daerah di Takalar. Sasarannya adalah kepala keluarga yang telah memenuhi syarat berhimpun menjadi satu kelompok ternak sesuai peraturan dimana seluruh bantuan pemberdayaan diberikan dengan cara berkelompok.

“Kami memberikan hak istimewa kepada para petani ternak. Dinas Pertanian memberikan sapi yang sudah melahirkan sebelumnya untuk memastikan sapi tersebut bisa berkembangbiak. Penerima sapi akan mendapatkan pendampingan kesehatan hewan,” tutup Hasbi.(*)