Risiko ‘Kretek-kretek’ Leher Saat Bangun Pagi

4

INTILIPUTAN, JAKARTA– Pada umumnya badan terasa kaku saat bangun pagi. Refleks hal yang pertama yang dilakukan tentu merengangkan tubuh alias ngulet.

Sebagian orang menambahkan dengan mengkretekkan leher atau punggung agar tubuh semakin terasa lebih enak. Tahukan anda bahwa aksi tersebut dapat menyebabkan risiko pada kesehatan kita?

Aktivitas mengkretekkan leher atau punggung sekilas tidak membahayakan, namun sebenarnya jika kerap dilakukan ada konsekuensi jangka panjang yang bisa membayangi. Salah satunya adalah stroke.

Menurut situs Minor, suara kretek-kretek yang kita dengar disebabkan adanya peregangan minor yang membuat permukaan sendi terpisah sementara dan adanya gelembung udara. 

Namun bisa jadi ada risiko dissection atau robeknya dari dinding dalam arteri yang bisa menyebabkan terbentuknya gumpalan darah. Bisa jadi gumpalan darah ini akan hilang dengan sendirinya.

Namun dalam kasus lain, gumpalan ini bisa terbawa aliran darah dan menyebabkan sumbatan pada arteri, sehingga mengakitbakan stroke iskemik karena suplai darah ke otak terputus.

“Dua arteri mayor kita di leher (arteri vertebral) tergabung dan membentuk arteri basilar yang menyuplai bagian belakang otak dengan darah. Saat kita menekuk atau memutar leher kita, arteri-arteri ini dapat tertarik dan rentan cedera,” demikian dilaporkan situs tersebut dikutip dari detik.com.

Jika kita terbiasa melakukannya, maka otot ligamen yang menyatukan sendi antara tulang belakang bisa melemah. Sehingga jika ada gerakan leher yang lebih kasar bisa membuatnya semakin rentan cedera.(dtk)